27 Des 2011

Menulis Jadi Kebiasaan

"Menulis Jadi Kebiasaan" enak didengar dan tidak mudah dilaksanakan. Banyak orang yang memiliki keinginan menulis, tetapi tak pernah bisa menulis, sebaliknya ada orang yang sangat mudahnya menulis, apa saja, bahkan jajan diwarung, perjalanan pulang kuliah, makan Indomie bisa dijadikan sebagai bahan tulisan. Untuk itu saya ingin mengupas masalah ini, kenapa orang yang sudah punya keinginan menulis tidak pernah bisa menulis.........

Pertama coba lihat apa alasan kita untuk menulis. Jika kita adalah seorang siswa maka ada beberapa tugas yang akan mewajibkan kita untuk menulis, contohnya menyusun makalah, begitu juga dengan mahasiswa, menyusun tugas akhir, menyelesaikan skripsi, tesis, dll. Semuanya merupakan kewajiban yang harus dipenuhi. Dan ini bisa menggambarkan bahwa alasan pertama kita menulis adalah untuk memenuhi kewajiban, baik itu sebagai siswa, ataupan mahasiswa.  Disamping itu kita juga bisa menemukan orang-orang yang gemar menulis, tidak ada kewajiban yang harus dipenuhi, tetapi tetap menulis. tidak kah ada timbul pertanyaan dalam hati teman-teman terhadap orang-orang yang seperti ini? kenapa mereka begitu mudahnya menulis, puisi, cerpen, artikel, cerita tak karuan, dan banyak lagi yang mereka tulis. "jika tidak menulis hidupku belum sempurna" bahkan kata ini juga sering kita dengar dari orang-orang yang gemar menulis, dan ini menggambarkan kepada kita bahwa alasan mereka menulis adalah sebagai hobby, dan jika hobby ini berlanjut, akan bisa menjadi kebiasaan. untuk mencapai tingkat ini kita harus melalui beberapa proses, dan mulailah untuk memperbaiki alasan mengapa kita harus menulis.
 
Setelah mendapatkan alasan mengapa kita harus menulis, selanjutnya kita analisa, apa yang menjadi kendala kita dalam menulis. Dalam kendala ini saya ingin kaitkan dengan ilmu biologi, yaitu tentang otak manusia. Otak manusia terdiri dari dua bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan. Dan kedua bagian ini memiliki gaya bekerja masing-masing. Otak kiri lebih suka sesuatu yang berurut, sistematis, berpikir sebelum bertindak. Otak kanan lebih suka acak-acakan, tidak sistimatis, spontan dalam bertindak. Lumrahnya manusia lebih cendrung menggunakan otak kanan terlebih dahulu barusetelah itu akan ditindak lanjuti oleh otak kiri. Sebagai contoh misalnya teman-teman semua pergi nonton ke bioskop sama pacarnya, padahal hari itu banyak sekali tugas yang harus teman selesaikan. setalah kembali dari nonton bioskop, dan melihat banyak tugas yang harus diselesaikan, pasti dalam hati teman  akan ada rasa kecewa, "mengapa saya pergi nonton ke bioskop padahal banyak tugas yang harus saya selesaikan" dan ini salah satu kalimat untuk mengungkapkan kekecewaan teman-teman terhadap tindakan yang teman ambil sebelumnya.

Dari contoh ini bisa terlihat, respon pertama dari contoh diatas adalah otak kanan, mengiakan ajakan pacar untuk pergi nonton ke bioskop, setelah itu barulah ia berpikir atas tindakan nya tersebut, banyak tugas yang harus diselesaikan, penyesalan di akhir dan ini adalah respon dari otak kiri.

Begitu juga dalam menulis, pasti teman-teman semua tersandung dengan masalah aturan, harus seperti ini, harus seperti itu. jangan hiruakan, gunakan otak kanan teman-teman semua, "spontan dan tidak ada aturan", tulis apa yang menjadi inspirasi oleh teman-teman semua. dan lebih tepatnya lagi, tulis dulu apa saja, berjalan dipantai, main footsal, nonton TV bisa teman-teman semua jadikan bahan untuk tulisan, sekalai lagi saya tekankan tulis dulu, baru dipertimbangkan hal-hal lanjut  tentang tulisan tersebut
 
Sekarang masalah inspirasi dalam menulis. yang menjadi pertanyaannya apakah kita harus pintar untuk punya inspirasi ? dimana kita bisa menemukan inspirasi ? pertanyaan konyol yang sebenarnya jawaban dari pertanyaan ini sudah kita lakukan. sebelumnya sudah saya katakan bahwa nonton TV, main footsal bisa teman-teman jadikan inspirasi untuk menulis. mulailah dari hal-hal kecil yang asa disekitar kita. Untuk lebih jauhnya lagi agar inspirasi teman-teman semua lebih luas dan berkembang maka rajin-rajinlah membaca. Memperbanyak inspirasi dan wawasan teman-teman semua.
 
Setelah bisa menulis, tentunya masih ada masalah, "Mau di bawa kemana tulisan yang saya buat" salah satu kalimat yang menunjukkan masalah ketika kita setelah bisa menulis. Untuk masalah ini teman-teman semua bisa letakkan tulisan teman-teman di blog, terbitkan dikoran dan masih banyak lagi sarana lainnya.

setelah banyak tulisan yang teman-teman hasilkan, tentunya masih ada masalah yang timbul. "kok tulisan saya ngak bisa-bisa diorbitin dikoran padahal saya selalu kirim tulisan saya untuk diorbitin" kalimat masalah, karena kita pasti tidak akan puas terhadap tulisan yang kita hasilkan. kita iningin tulisan kita diorbitin, dibaca oleh orang banyak. untuk masalah ini, kita harus bercermin kepada penulis-penulis terkenal yang karya tulisnya sudah ratusan yang dibukukan. jangan hanya melihat tulisan-tulisannya yang telah suskses, coba teman-teman bayangkan berepa banyak tulisan dari penulis terkenal yang tidak diorbitin, pasti lebih banyak dari yang telah berhasil dia orbitkan. penulis terkenal juga melalui fase-fase dalam menulis, dan dulunya juga sama dengan kita, "BERUSAHA MENGHASILKAN TULISAN YANG BERMAKNA" dan belum dihargai......

Semoga ini bisa menginspirasi teman-teman semua untuk menulis,,,
sebuah kalimat dari saya : 
"TETAPLAH MENULIS WALAU TINTA PENAMU DARI DARAH MU"

WASSALAM










3 komentar:

Satria chandra