About me

Hi, apa kabar teman-teman semua ?  saya harap dalam keadaan baik-baik saja. Saya mau bercerita lebih lanjut tentang diri saya, seperti autobiografi, tapi ini bukan autobiografi, dan saya ingin menyebutkan ini sebagai "menulis fakta tentang hidupku", kenapa ini bukan disebut autobiografi, karena saya hanya bercerita tampa memperhatikan aturan-aturan yang ditetapkan oleh ahli bahasa indonesia, dan saya beranggapan, aturan itu hanya menghilangkan semangat saya untuk menulis, dan jika aturan itu tidak ada, saya bebas menulis apa saja yang saya mau. itu sekilas mengapa saya tidak suka aturan dalam menulis. oke, lanjut ketopik kita sebenarnya, yaitu memperkenalkan diri saya kepada teman-teman semua.

NAMA                      : SATRIA CHANDRA
TTL                           : SOLOK, 8 JUNI 1993
AGAMA                   : ISLAM
HOBBY                    : OLAH RAGA, NONTON TV, MAIN GAME
MOTTO                    : TIDUR SECUKUPNYA, PERBANYAK KEGIATAN YANG BERMAMFAAT

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN
SD                             : SD N DI TALANG (saya lupa nama SD nya) (1998-1999)
                                  : SD N 10 HILALANG KEC.PANJUNG SOAL (1999-2005)
SMP                          : PONPES MADINAL AL-MUNAWWARAH BUYA NASKA PADANG (2005-2008)
SMA                         : SMA N NEGERI 10 PADANG (2008-2011)
UNIVER                   : POLITEKNIK NEGERI PADANG JURUSAN AKUNTANSI (2011-SEKARANG)

ORANG TUA
NAMA AYAH          : SARUBI
PEKERJAAN           : PETANI
PEND.TERAKHIR  : D2 SASTRA INDONESIA 

NAMA IBU              : MISLAINI
PEKERJAAN           : PNS (DI PUSKESMAS INDRAPURA KEC.PANCUNG SOAL)
PEND.TERAKHIR  : D1 ANALISIS KIMIA


Jadi itulah sekilas biodata tentang saya, bisa teman-teman semua lihat bagai mana  pendidikan saya. Kisah ini berawal dari SD di Talang. Saya sempat sekolah disini sekitar satu tahun, ini karena orang tua saya dinas dikota solok, jadi saya harus ikut dengannya. 

Tahun 1999 orang tua saya pindah dinas dari kota Solok ke Indrapura Pesisir Selatan, dan saya pun harus ikut, sehingga saya mendapatkan sekolah baru SD N 10 HILALANG Kec.Pancung Soal. sekolah baru dan teman baru memberi warna baru bagi kehidupan saya. Satu hal yang paling berkesan ketika saya pindah ke Indrapura adalah saya bisa merasakan hidup di kampung saya sendiri, meski saya tidak lahir disini. saya bisa rasakan bagai mana kentalnya adat istidat yang senantiasa dipelihara oleh ninik mamak, terun-temurun ke panakan, dan ini tidak bisa saya rasakan saat tinggal di Solok. 

Tahun 2005 salah telah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar, dan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren Madinah Al-Munawwarah buya Naska. pengalaman baru, sahabat baru yang senasib sepenanggungan,, kemandirian sangat saya rasakan ketika sekolah di ponpes madinah. bagaiman tidak, santri dari pondok pesantren ini kebanyakan berasal dari luar kota padang, sehingga akan berbagi cerita satu sama lain antara santri satu dengan satri yang lainnya, menjadikan persahabatn kami sangat kuat, satu ruang tidur, satu ruang makan, satu ruang mandi, jelas kebersamaan sangat kuat. satu hal yang tidak bisa saya lupakan dari pesantren ini adalah tindakan kekerasan dalam membentuk kepribadian, jika teman-teman semua alumni pesantren, pasti sudah merasakannya, sungguh ngeri dan tidak perlu saya ceritakan diteilnya kepada teman-teman semua.

Tahun 2008  saya telah menyelesaikan pendidikan di ponpes ini, alahamdulillah nilai akhir yang saya dapat bisa meloloskan saya ke salah satu SMA N tervavorit dikota padang, yaitu SMA N 10 Padang. Waktu itu, seleksi untuk masuk SMA N 10 hanya melihat nilai akhir, ini merupakan kebijakan walikota padang.  Disini saya mulai mengenal dunia luar lebih dalam lagi, berteman dengan kaum hama tampa ada batas, sangat berbeda dengan kehidupan dipesantren dulunya. hal ini membuat saya gugup menghadapi kehidupan baru, latar pendidikan pesantren yang dulunya tinggal di asrama sekarang tinggal dirumah kos, tampa ada aturan yang mengikat. membuat saya menjadi pribadi yang sewaktu-waktu akan hilang kontrol. Namun itu tidak berlaku, kehidupan tampa ada aturan yang mengikat sangat menyenangkan, dan ini menjadi ajang bagi saya untuk membuktikan kemandirian saya untuk hidup diluar tampa adanya aturan yang mengikat, bisa mengatur diri sendiri dan lebih dari pada itu yang harus saya perhatikan. Tekad saya untuk menjadi pribadi yang mandiri tidak terlalu berhasil. kebebasan membuat saya lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain dari pada belajar. tak satupun prestasi yang bisa saya banggakan. sangat menyedihkan,,,,,,,,,,,,(biarlah jadi sejarah yang kaan menjadi pedoman untuk mengukir sejarah berikutnya).

Tahun 2011 saya talah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas,dan melanjtkan pendidikan di POLITEKNIK NEGERI PADANG, akuntansi menjadi pilihan..... kenapa demikian,,, ada suatu masalah yang hampir membuat saya kehilangan semangat,, yaitu ketika mengetahui bahwasanya saya adalah seorang penderita buta warna parsial, dan ini baru saya ketahui tahun 2011. saya dan teman-teman semua sama mengetahui betapa sempitnya pilhan seorang penderita buta warna dalam menentukan prodi jurusan yang dituju ketika ingin masuk perguruan tinggi, dan ketika itu saya adalah tamatan SMA dengan background IPA. untuk teman ketahui, ketika itu saya ingin masuk UNAND dan semua PRODI jurusan IPA mengharuskan tidak buta warna, ini berarti saya tidak bisa memilih PRODI IPA, hanya tinggal satu pilihan, yaitu PRODI IPS. mungkin teman-teman berpikir untuk masuk sekolah kedinasan, namun bagi saya itu tetap tidak bisa, karena status saya penderita buta warna, kecuali perguruan tinggi swasta, bisa menerima penderita buta warna, tapi ini tidak menjadi pilihan saya. walhasil SNMPTN saya gagal, waktu itu saya memilih FMIPA ITB sebagai pilihan pertama dan ilihan keduanya adalah MATEMATIKA UNP. hari-haripun berlalu,, hingga saya diajak oleh salah seorang teman saya untuk ikut tes poiteknik negeri padang, alhamdulillah, saya lulus dalam tes ini.

Itu diteil sejarah dalam kehidupan saya,,, saya berharap ini bisa menginspirasi teman-teman yang membaca,, mohon maaf jika terdapat kesalahan,,,,,,, WASSALAM































0 komentar:

Posting Komentar

Satria chandra