menunggu matahari ditengah malam mendung
cahaya bintang hilang ditelan kabut malam
rintik hujan mulai menghilangkan haus yang menahun
tak sabar tanah juga ingin rasakan kesegarannya
begitu jua padi yang telah lama meranggas
manangis rindu dengan do`a tiada henti
bapak ku petani mulai tersenyum
ketika lumut pun mulai menghijau
dan semuanya tetap bertasbih
dan kini do`a jadi ganas
hilangkan seyum yang dulu kau persembahkan
lebih menyakitkan dari padi yang meranggas
korban bergelimpangan dimana-mana
sungai itu melihatkan kuasa Mu
kampung nan dulu indah
jadi aliran air yang sangat deras
apa lah daya kami
hanya do`a yang dapat kami lakukan
tetap dengan cara yang sama kami memohon
ampunilah jiwa-jiwa kotor ini

0 komentar:
Posting Komentar