27 Des 2011

Cinta Pak Tua

 . . . . . . . . . . . . .
suara dentuman kecil membisingkan telinga
" tuk, tuk, tuk" bunyi tongkat pak tua berambut putih menghentak bumi
kemuadian aku menghampiri bapak tersebut
"mau kemana pak, biar saya antar"
bapak itu menjawab
" saya mencari seseorang nak" ucap bapak  tua
" siapa yang bapak cari, biar saya bantu" aku menawarkan diri untuk menolong bapak tersebut
" tidak usah, rumahnya sudah dekat kok nak" menolak dengan sopan tawaran ku. tapi aku masih penasaran dengan bapak tua itu. dalam hatiku bertanya-tanya siapa yang dicari bapak tua ini, anaknya, istrinya atau siapa. rasa penasaran ku terus bertambah kitika melihat getaran kakinya melangkah untuk mencari orang tersebut. seperti ada sebuah rahasia yang ingin ia ungkap.
aku dekati bapak tua tersebut, mengiringinya berjalan. aku tak tega melihatnya berjalan dengan terbata-bata seperti itu. kemudian bapak tua tersebut berhenti, kelihatan ia sangat kelelahan akibat perjalanannya. ia melihat kebelakang tepat ke wajah ku.
"anak muda, kenapa kamu mengikuiti ku" sambil melihat ku dan memberikan senyuman seadanya
"saya tidak tega melihat bapak berjalan terbata-bata, izinkan saya membantu bapak" saya menawarkan pertolongan lagi kepada bapak tua.
"kalau kamu ingin membantu, papah saya ke pinggir jalan itu, saya ingin duduk sejenak" jawab pak tua
" baik pak" kemuadian aku memapahnya kepinggir jalan tersebut.
    Bapak tua duduk dan bernafas terengah-engah. Sambil duduk ia menatap sawah  yang  sangat luas dihadapannya. Merasakan aliran udara yang lewat diparu-parunya. Namun bapak tua kelihatan gelisah. ia mengambil sesuatu dikantong bajunya. Terlihat seperti kertas yang dilipat. Ia memperlihatkan kertas itu kapada saya. Tak ku duga ternyata itu adalah photo seorang gadis manis, memakai jilbab abu-abu dan sangat cantik sekali.
“photo siapa ini pak ? “ dengan rasa penasaran tentang gadis itu aku bertanya pada bapak tua
“itu photo orang yang ingin saya cari” jawab pak tua
“ini putri bapak” aku bertanya lagi
“h h ha ha h h, tidak” bapak tua tertawa
“trus siapa gadis manis ini, sangat cantik lo pak. Cucu bapakya ? “
“ bukan, itu teman “ jawab bapak tua yang membuatku semakin penasaran
“ah  jangan becanda dong pak. Masa gadis kecil ini teman bapak”
“itu ketika 40 tahun yang lalu, ketika saya kuliah dengannya. Sudah lama saya ingin bertemu dengannya”
“spesial sekali gadis ini toh pak”
“sangat spesial. Ketika pertama melihatnya biasa-biasa aja. Tidak ada yang spesial. Namun setelah itu saya menemukan perbedaan, ia gadis pendiam yang sangat sederhana. Ketika itu saya jatuh cinta padanya, sayang dia sudah ada yang punya. Saya tidak ingin mengganggu hubungannya.”
“tapi bapak kan cinta padanya, kenapa tidak diungkapkan saja pak”
“biarkan orang yang kita cintai mencintai orang yang ia cintai. Kata-kata ini yang selalu menjadi pegangan saya. Hingga saat ini saya tidak pernah mengungkapkan rasa itu padanya nya”
“jadi sekarang bapak mencari gadis itu untuk mengungkapkan rasa 40 tahun yang lalu ?”
‘tidak ada salahnya kan. Waktu tidak akan membatasi cinta. Agar ia juga tau betapa saya mencintainya”
“kenapa tidak dari dulu bapak ungkapkan”
“itu lah yang menjadi penyesalan buat saya sekarang ini. kalau dari dulu saya ungkapkan, mungkin rasa penyesalan tidak akan ada lagi disaat ini. betapa bodohnya saya dulu. Namun penyesalan ini menjadi pelajaran bagi saya. Satu pesan saya pada kamu anak muda, jika kamu mencintai seseorang jangan takut mengungkapnya. Dan jangan pernah mendasarkan cinta kepada kecantikan dan kekayaan, kerana itu hanya kesenangan semu. Lalu untuk membuktikan bahwa cinta kamu itu tidak semu, bayangkan gadis yang kamu cintai sekarang kedua kakinya puntung, rumahnya terbakar. Apakah kamu masih mencintainya dalam kondisi seperti ini, hanya kamu yang tau jawabannya anak muda”
“ gitu ya pak. Terima kasih atas nasehatnya”
“sekarang kembalikan photo itu, saya ingin melanjutkan perjalanan”
Kemudian bapak itu melanjutkan perjalannya dalam menemukan cinta yang telah lama terkubur. Semoga ia berhasil.

0 komentar:

Posting Komentar

Satria chandra