kau rindukan bulan di pagi hari
kau inginkan mentari di saat gelapnya malam
kau harapkan hujan disaat kami tenggelam ditengah banjir bah ini
kau do`a kan kemarau disaat tanah kami kekeringan
kau berbeda, kau sampah ditengah kami
menjauhlah sebelum alam melaksanakan hukumnya
dan kamipun tak sanggup menyaksikan
saat namamu hilang ditelan keganasannya
28 Okt 2011
9 Okt 2011
SESAAT DI SECATA B Padang Panjang
berdiri sajak dikala mendung
saat kami buta ditengah siang menjelang
tidakkah kau tau ?
betapa sempitnya ruang kami
serasa berabat menunggu
mentari tak jua menjulang
rasakan dingin beruntaian
beku diluar, sesak menekan
ku sanggupkan diri demi datangnya pagi
disaat mentari menerpa serpihan hati
cairkan bongkahan hati yang membeku
disana barulah kuberdiri
saat semua hangat kembali
saat kami buta ditengah siang menjelang
tidakkah kau tau ?
betapa sempitnya ruang kami
serasa berabat menunggu
mentari tak jua menjulang
rasakan dingin beruntaian
beku diluar, sesak menekan
ku sanggupkan diri demi datangnya pagi
disaat mentari menerpa serpihan hati
cairkan bongkahan hati yang membeku
disana barulah kuberdiri
saat semua hangat kembali
Label:
puisi
Langganan:
Postingan (Atom)
Satria chandra