27 Des 2011

Tak Ku Sangka Kau Pemulung

Tgl 28-09-2001 kisah ini dimulai. Pukul 10.00 pm aku dan sahabat ku (Wayan Afri Putra) mencari warung-warung kecil yang menyediakan menu nasi goreng. Kami lalui semua jalan-jalan kecil yang ada di pasar baru (salah satu nagari di kota padang). Akhirnya kami temukan sebuah warung yang menjual nasi goreng. Wayan masuk, lalu memesan nasi goreng, sedangkan aku berdiri diluar menunggu Wayan memesan nasi goreng.

"Bang, nasi gorengnya bungkus dua ya bang" Ucap Wayan
"Yop" Kata Abang nasi goreng

Tiba-tiba ada seorang pemuda datang dari seberang jalan, kira-kira umurnya sebaya saya, berbaju kaus yang sedikit kotor, celana pendek,menggunakan sandal jepit, dan menggenggam sebuah karung kosong ditangan kirinya. Ia berjalan perlahan dan mendekati saya. Ketika itu saya berperasaan buruk tentang dirinya.
"ngapain ia jalan mendekati saya ya ?" pertanyaan ini membuat jantung saya semakin berdebar-debar

Tak lama kemudian Ia berdiri tepat didepan saya. Dengan senyum seadanya ia tersenyum kepada saya. lalu Dia sedikit membungkuk dan berkata;

"Misi Bang" ucapnya
"ya, ada apa ya?" jawab Ku
"itu bang, botol Air mineral yang abang injak" (sambil menunjuk ketelapak kaki ku)
"oh ya silahkan" jawab ku lagi

dengan sedikit senyum ia memandang wajah ku sebelum pergi. Aku pun bertanya-tanya dalam hati, kok bisa ya, orang seperti dia bekerja seperti ini. ini jam 10 malam lo. Ngapain malam2 gini ia cari botol bekas, waduh sayang sekali masa mudanya. Ia sudah korbankan masa mudanya untuk bertahan hidup, untuk kehidupan yang layak, walau sebagian kita menganggap itu tidak layak. banyak hal yang membuat saya takjub padanya, salah satunya yaitu semangatnya untuk jalani hidup.

pesan singkat ku untuk sahabat ku
" tetap semangat jalani hidup, walau ribuan cobaan datang menghadang"

0 komentar:

Posting Komentar

Satria chandra