Malu ya ngak punya pacar, atau ngiri sama teman yang punya pacar,,
malam minggu mau ngapain sih, pergi sama teman,, kalau tidak ada teman yang mau diajak gimana ?
semuanya merupakan pertanyaan yang beterbangan didalam pikiran jomblowers (para jomblo), menjadi unek-unek setiap hari, dan kelamaan menjadi beban. Disini kena ejek, disana juga kena ejek. wah parah banget deh jika status loe jomblo.
jalan sama cewek dikit,, orang lansung katain, "ciehhhhh, cewek baru ya, kenalin dong". sebenarnya sih mau bilang tu cewek gue, tapi mau gemana lagi, ngak enak donk kalau gue bohong, takut dosa,, (maklum tamatan pesantren cuy).
jadi ingat pesantren nih,, jadi mau cerita tentang pesantren. boleh kan,, Dulu waktu dipesantren, waktu untuk dekat sama cewek tu susah amat, paling-paling cuma ketemu dimesjid, atau di kelas. Selain itu, mungkin sebuah keajaiban yang membuat saya atau teman-teman yang lain bisa bertemu santri wati,,,, susah amat dehhhh, benar-benar susah.
Setiap hari hanya sibuk dengan kegiatan pesantren, seperti mengaji, belajar bahasa arab, menaati peraturan yang ada. Jika tidak bisa menaati aturan yang berlaku, loe pada akan melihat hal tersadis dipesantren, dan itu adalah mahkamah (sejenis lembaga hukum yang akan memberi hukaman bagi santri yang melanggar aturan ponpes) dimalam harinya. Jika sudah masuk dalam lenbaga ini, habis dehhhh,, hancur bangetttt,, ampe tidak bisa tidur malamnya, dan hukuman yang paling saya tidak suka adalah jalan kodok hingga 20 keliling,, putar lapangan pesantren,, capek kaliii,, seperti ngak da kerjaan.
cukup cerita pesantrennya, kembali ketopik awal, masalah jomblo. jika loe adalah alumni/tamatan pesantren, pasti terkukungkan didalam parameter pagar pesantren, kurang bergaul dengan dunia luar yang begitu bebasnya dibandingkan didalam pesantren yang sangat mengikat. itu semua akan membuat kamu grogi jika dekat sama cewek. Ya iyalah, sebelumnya ngak pernah coba sih. Satu hal lagi yang membuat kamu ngak pernah bisa melepaskan status joblo ketika masih mondok, ........... ini karena santri di pesantren diharam kan untuk pacaran,,, karena ajaran islam begitu mengajarkan,, jadi terpaksa jomblo deh. walaupun demikian hasrat untuk melepaskan status jomblo pasti ada.
Sekarang tingalkan cerita pesantren, naik satu tingkat dan berbicara tentang SMA – tamat pesantren masuk SMA. Artinya, hidup tidak sebatas dinding pesantren lagi, bisa melihat lebih jauh, merasakan kehidupan yang serba bebas. Sangat menyenangkan, serasa baru merasakan hidup, “ini barulah kehidupan” seperti ini kalimat yang terbayang diotak saya untuk mengambarkan kebebasan ini. Lalu masalah timbul, ketika melihat betapa akrabnya antara laki-laki dan wanita didunia bebas ini (padahal tidak muhrim). Akhirnya saya bersinergi dengan masalah ini, mulai meninggalkan pelajaran yang didapat waktu mondok dulu. Sekarang sudah ikut-ikutan teman mengarungi dunia yang dianggap fantastik , mempunyai banyak teman wanita, dan lebih parahnya lagi,,,,, sudah bisa merasakan jatuh cinta,, wow. Pertama kalinya rasa ini muncul,, memang indah, bahkan sangat indah. Tentu batin ini berontak ketika rasa itu muncul, bertanya dalam hati, “dosa ngak ni”, “waduh gemana ya”, dan ternyata jatuh cinta itu membuat saya pusing, bertindak mulai tidak karuan, berpikir tidak realistik lagi jika berhadapan dengan orang yang saya suka, akhirnya melenceng juga dari ajaran islam,, alias gue pacaran cuyyyyyyy.
Rasanya sih sangat menyenangkan pada mulanya. Ada tempat curhat, ada yang selalu nanyain “udah makan belum”, HP selalu bergeter “sayang kamu lagi dimana – (isi sms dari yayang)”, dan banyak hal lainnya yang tidak didapatkan ketika ngejomblo. Hari-hari jadi sibuk, dikit-dikit nelpon, dikit-dikit sms, bahkan jadi lebih sibuk dari presiden (ah lebay,, ngak segitunya kali). Lama kelamaan jadi bosan deh, mulai mikir dengan uang jajan, beli pulsa lagi, ongkos malam minggu, Do`i ulang tahun – kado spesial harus disiapkan, uang tidak terduga,,, bikin bangrut. Memang benar kata orang cinta butuh pengorbanan. Itu baru masalah uang sob, sekarang masalah waktu, waktu untuk nelpon dan sms, waktu malam minggu, waktu untuk ngantar si do`i kesana kesitu lah, semuanya baru terasa lelah setelah pacaran beberapa bulan. Berpikir -- mau dilanjutin ampe setahun.... kagak tahan.
Mempertimbangkan itu semua, akhirnya Saya putus dengan si do`i. Tapi rasa untuk jatuh cinta tidak pernah bisa hilang, selalu ada, selalu. Lihat yang bening dikit,, nanya, siapa tuhhhh,,, gawat, bisa terjerumus lagi ni untuk pacaran, pikir gue.
Sehari berlalu, dua hari berlalu, dan beberapa hari berlalu dengan tingkah laku yang seperti itu. Otak mulai mikir lagi,, kapan ya bisa berubah, padahal banyak yang ingin dilakukan selain pacaran, dan jatuh cinta (masa galau). Sampai akhirnya bertemu dengan kakak kelas, namanya Asis (nama samaran). Bang Asis adalah anggota rohis disekolah, dia meminta saya untuk gabung dengan rohis disekolah, tampa pikir panjang langsung di iya kan ajakan bang asis tersebut,, coba-coba mana tau bisa berubah jika ikut rohis (kelompok pelajar islam).
Ternya memang benar, Di rohis semuanya mulai berubah, intensitas beribadah meningkat drastis. Anak rohis senantiasa shalat dhuha, ngaji dimesjid sekolah, ngomongin hal-hal yang bermamfaat, dan terlebih gilanya lagi mereka tidak mengenal yang namanya pacaran. Tapi saya yakin, mereka juga pernah merasakan yang namanya jatuh cintaaaaa, tapi karena agama yang kental dihati mereka, kata-kata “jatuh cinta” seperti pudar bagai tulisan dipantai dan diterpa ombak, hilang sekejap mata. Tapi jika tulisan itu hilang diterpa ombak, tentu dengan mudah untuk menulisnya lagi di pasir pantai.
Sekarang masa galau mulai hilang secara perlahan, digantikan dengan kegiatan agama dan hal-hal yang bermamfaat lainya. Banyak orang menganggap perkumpulan kami seperti tumpukan orang yang tidak mengenal lingkungannya, hanya bisa mengaji dimesjid dan kurang pergaulan. Ah, perkataan seperti itu dicuek kan saja..... anggap angin lalu, pakai saja ilmu basi, basi banak basi pakak (istilah orang minang—mau tau artinya cari dikamus minang-indonesia).
Sudah terbayangkan kehidupan saya ketika sekolah (masa SMA), sekarang mari kita masuk ketingkat lebih lanjut lagiiii, yaitu perguruan tinggi. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, saya melanjutkan keperguruan tinggi, -- politeknik negeri padang menjadi jalan hidup, jalan hidup cuiii, bukan jalan yang dipilih sendiri. Walaupun begitu, tetap menyukuri apa yang telah terjadi dalam hidup ini, harus banyak bersukur.
Kehidupan rohis mulai tak tampak disini, dan mata melihat opsi lain dari dunia kampus,,, “PERS”--- ikut bergabung, berharap sebuah ilmu menulis di unit kegiatan mahasiswa ini. Mau tau apa itu PERS, baca donk di blog pers,, ngak tau blognya ?,, desoo loeee (becanda,, dikit,, kelebayan yah,, sorry). Lingkungan PERS memberi warna baru dalam mendisain kehidupan ambo (sorry mament pakai kata amboooo—tau artinya kan Ambo = Saya). Selain pers, mata juga tertuju pada himpunan mahasiswa akuntansi politeknik negeri padang, ingin bergabung rasanya, tapi masih pikir-pikir.. bimbang namun tetap harus memilih pilihan,dan akhirnya saya juga bergabung dengan HIMA akuntansi dan mendaftarkan diri untuk menjadi anggota inti HIMA. Seleksi untuk jadi anggota inti saya ikuti, akhirnya suksess deh jadi pengurus inti. Ditempatkan di Departemen Kesmajurka (kesejahteraan masyarakat akuntansi).
Intinya, sekarang saya jadi aktivis. tidak begitu sibuk, cukup lah untuk mengisi kesibukan sehari-hari, dan menghilangkan sejenak ukiran dipantai tentang cinta yang pernah ditulis dimasa galau. Sangat indah terasa hari yang bernuansa kesibukan. Memang benar seperti yang dikatakan oleh salah seorang teman ,kalau sibuk itu rasanya sangaaaaaaaat menyenangkan, gemana gituuuu.
(........... siuhhhh ------angin kehidupan bergerak dan merubah semua........)
Hanya sejenak tulisan itu hilang, sekarang sudah mulai ditulis kembali ketika melihat sepasang mata yang begitu mempesona, sulit untuk mengungkapkan apa yang saya lihat. Pokoknya Virus merah jambu telah datang menyerang, telah menginfeksi saluran linfa, saraf, darah... membuat otak ini geger. Ssemua mulai tidak terkendali, bertingkah aneh didepan sang pembawa virus, salah tingkah, adalah salah satu kalimat yang menunjukkan efek dari virus ini.
Beberapa hari setelah itu saya baru menyadari batapa berbahanya virus merah jambu, dan mulai memikirkan solusi dari masalah ini. Bertanya kepada salah seorang teman yang berbakat dalam masalah cinta, yaitu kepada seorang sorang laki-laki yang berpredikat playboy dikelas akuntansi. Anggap saja namanya Heru (nama samaran). Lalu apa jawaban heru menaggapi masalah ini ? – “Virus merah jambu ya, biasa aja, setiap orang pasti merasakannya. Lumrah lah pokoknya.” – kalimat jawaban yang benar-benar tidak memberikan solusi.
Otak kembali bekerja, saraf-saraf dihubungkan untuk bisa bersinergi dengan saraf-saraf yang lain, berharap akan bisa memunculkan solusi terhadap virus merah jambu. Tapi apa boleh buat, otak ini memang kropos dan tidak ada pengalaman dalam masalah ini....
Akhirnya kembali kemasa galau..... proses yang panjang, seperti meniti rel kereta api. Tidak akan pernah selamanya diatas rel, pasti sesekali akan jatuh, dan kalimat tadi sedikit menggambarkan proses kehidupan, ini semua harus dilalui, memetik pelajaran dari yang pernah terjadi.
Semuanya terjadi begitu saja, tak terduga. Bahkan banyak dari peristiwa ini tidak terjalani dengan kelayakan yang wajar. Sudah lah, untuk apa dipikirkan.... ini kuliah coyyy tidak SMA lagi, buat apa galau, berusaha menanamkan kalimat ini kedalam otak dengan spidol permanent, biar tidak ada yang bisa menghapusnya. Tapi ada beberapa pertanyaan dari teman lama yang tidak pernah bisa dihapus dari pikiran (seperti ditulis dengan spidol permanent aja). Pertanyaannya kira-kira seperti ini ... “samo sia kini ?” dalam bahasa minang. Dan maksud dari pertanyaan ini adalah “pacar loe siapa?”. mau jawab ngak punya... dikatain ngak lakuuuu. mau jawab ada dehhh..... malah bohongin teman, ya mau ngak mau ngak dijawab diam aja.. tapi kalao tetap ngotot mintak jawaban,, ya terpaksa jujur deh. Dengan jawaban jujur – belum punya cuyy...
Ini semua hanya kisah pribadi (satria chandra), berusaha menulisnya seperti apa yang saya rasakan. Paragraf selanjutnya akan dipaparkan ulasan yang lebih luas lagi tentang dunia jomblowers. Mari dilanjutkannnnn...
Buka pendangan lebih luas lagi, lihat perempuan yang senantiasa menjaga status jomblonya, atau laki-laki yang menjaga status jomblonya. Tidak pernahkah kita bertanya kenapa tetap ngejomblo. Oh ya sebelumnya pasti teman akan salah sangka terhadap orang-orang ini, terlintas kalimat “ah mereka pada ngak laku kali”... ups buang jauh-jauh kalimat ini. baca kalimat sebelumnya “perempuan dan laki-laki yang menjaga status jomblonya”. Menjaga status jomblo, bukannya tidak laku, tapi mereka memang tidak ingin untuk pacaran.
Sebelumnya saya ingin memberi sebutan kepada orang-orang yang selalu menjaga hatinya tetap jomblo. PPH – (para penjaga hati). PPH akan melepaskan masa singlenya jika waktunya sudah tepat. Kriteria tepatnya adalah... siap jasmani dan rohani dalam artian sudah mampu mejalankan fungsi masing-masing jika telah berkeluarga nanti. Suami membahagiakan istrinya, menafkahi lahir dan batin. Begitu juga istri, menjalankan kuadradnya sebagai istri. Yang menjadi masalahnya sekarang adalah bagaimana PPH menjaga hatinya untuk tidak pacaran.... kembali lagi kekajian basic... AGAMA. (yang pasti islam). Mereka semua adalah penganut agama yang sangat kuat.
Itu sekilas cerita tentang PPH, yang menjadikan jomblo itu style. Sekarang saya ingin bercerta tentang asyiknya jadi jomblo. Banyak hal yang bisa kita lakukan ketika berstatus jomblo. “mencintai diri sendiri” , “lebih peduli dengan lingkungan”, “waktu luang yang banyak ketika yang lainnya pada pergi malam minggu”. Kenapa bisa saya katakan demikian – ya iyalah sekarang loe punya full time untuk berbenah diri, tidak ada kewajiban sms si do`i atau nelpon si do`i, malam minggu bisa dihabis sama teman-teman atau kegiatan bermamfaat lainnya. Senang banget tuh loe bisa care dengan sesama.
Namun dibalik itu semua para jomblo pasti juga pernah jatuh cinta. Kangen dengan perhatian seorang kekasih, Sabar sob, waktunya pasti akan datang. Tunggu aja tanggal mainnya. Loe ngak perlu ngiri pada mereka yang tidak jomblo. Keep your jomblooooooooo – tuhan cinta kepada mereka yang menjaga hatinya..... satu kalimat dari saya yang terinspirasi dari salah seorang teman untuk para jomblowers
“persembahkanlah cinta yang utuh kepada pasangan mu kelak, Cinta yang utuh, tak tersentuh”
Semoga bacaan ini bermamfaat bagi pembaca,, maaf jika ada kesalahan.....
wassalam
malam minggu mau ngapain sih, pergi sama teman,, kalau tidak ada teman yang mau diajak gimana ?
semuanya merupakan pertanyaan yang beterbangan didalam pikiran jomblowers (para jomblo), menjadi unek-unek setiap hari, dan kelamaan menjadi beban. Disini kena ejek, disana juga kena ejek. wah parah banget deh jika status loe jomblo.
jalan sama cewek dikit,, orang lansung katain, "ciehhhhh, cewek baru ya, kenalin dong". sebenarnya sih mau bilang tu cewek gue, tapi mau gemana lagi, ngak enak donk kalau gue bohong, takut dosa,, (maklum tamatan pesantren cuy).
jadi ingat pesantren nih,, jadi mau cerita tentang pesantren. boleh kan,, Dulu waktu dipesantren, waktu untuk dekat sama cewek tu susah amat, paling-paling cuma ketemu dimesjid, atau di kelas. Selain itu, mungkin sebuah keajaiban yang membuat saya atau teman-teman yang lain bisa bertemu santri wati,,,, susah amat dehhhh, benar-benar susah.
Setiap hari hanya sibuk dengan kegiatan pesantren, seperti mengaji, belajar bahasa arab, menaati peraturan yang ada. Jika tidak bisa menaati aturan yang berlaku, loe pada akan melihat hal tersadis dipesantren, dan itu adalah mahkamah (sejenis lembaga hukum yang akan memberi hukaman bagi santri yang melanggar aturan ponpes) dimalam harinya. Jika sudah masuk dalam lenbaga ini, habis dehhhh,, hancur bangetttt,, ampe tidak bisa tidur malamnya, dan hukuman yang paling saya tidak suka adalah jalan kodok hingga 20 keliling,, putar lapangan pesantren,, capek kaliii,, seperti ngak da kerjaan.
cukup cerita pesantrennya, kembali ketopik awal, masalah jomblo. jika loe adalah alumni/tamatan pesantren, pasti terkukungkan didalam parameter pagar pesantren, kurang bergaul dengan dunia luar yang begitu bebasnya dibandingkan didalam pesantren yang sangat mengikat. itu semua akan membuat kamu grogi jika dekat sama cewek. Ya iyalah, sebelumnya ngak pernah coba sih. Satu hal lagi yang membuat kamu ngak pernah bisa melepaskan status joblo ketika masih mondok, ........... ini karena santri di pesantren diharam kan untuk pacaran,,, karena ajaran islam begitu mengajarkan,, jadi terpaksa jomblo deh. walaupun demikian hasrat untuk melepaskan status jomblo pasti ada.
Sekarang tingalkan cerita pesantren, naik satu tingkat dan berbicara tentang SMA – tamat pesantren masuk SMA. Artinya, hidup tidak sebatas dinding pesantren lagi, bisa melihat lebih jauh, merasakan kehidupan yang serba bebas. Sangat menyenangkan, serasa baru merasakan hidup, “ini barulah kehidupan” seperti ini kalimat yang terbayang diotak saya untuk mengambarkan kebebasan ini. Lalu masalah timbul, ketika melihat betapa akrabnya antara laki-laki dan wanita didunia bebas ini (padahal tidak muhrim). Akhirnya saya bersinergi dengan masalah ini, mulai meninggalkan pelajaran yang didapat waktu mondok dulu. Sekarang sudah ikut-ikutan teman mengarungi dunia yang dianggap fantastik , mempunyai banyak teman wanita, dan lebih parahnya lagi,,,,, sudah bisa merasakan jatuh cinta,, wow. Pertama kalinya rasa ini muncul,, memang indah, bahkan sangat indah. Tentu batin ini berontak ketika rasa itu muncul, bertanya dalam hati, “dosa ngak ni”, “waduh gemana ya”, dan ternyata jatuh cinta itu membuat saya pusing, bertindak mulai tidak karuan, berpikir tidak realistik lagi jika berhadapan dengan orang yang saya suka, akhirnya melenceng juga dari ajaran islam,, alias gue pacaran cuyyyyyyy.
Rasanya sih sangat menyenangkan pada mulanya. Ada tempat curhat, ada yang selalu nanyain “udah makan belum”, HP selalu bergeter “sayang kamu lagi dimana – (isi sms dari yayang)”, dan banyak hal lainnya yang tidak didapatkan ketika ngejomblo. Hari-hari jadi sibuk, dikit-dikit nelpon, dikit-dikit sms, bahkan jadi lebih sibuk dari presiden (ah lebay,, ngak segitunya kali). Lama kelamaan jadi bosan deh, mulai mikir dengan uang jajan, beli pulsa lagi, ongkos malam minggu, Do`i ulang tahun – kado spesial harus disiapkan, uang tidak terduga,,, bikin bangrut. Memang benar kata orang cinta butuh pengorbanan. Itu baru masalah uang sob, sekarang masalah waktu, waktu untuk nelpon dan sms, waktu malam minggu, waktu untuk ngantar si do`i kesana kesitu lah, semuanya baru terasa lelah setelah pacaran beberapa bulan. Berpikir -- mau dilanjutin ampe setahun.... kagak tahan.
Mempertimbangkan itu semua, akhirnya Saya putus dengan si do`i. Tapi rasa untuk jatuh cinta tidak pernah bisa hilang, selalu ada, selalu. Lihat yang bening dikit,, nanya, siapa tuhhhh,,, gawat, bisa terjerumus lagi ni untuk pacaran, pikir gue.
Sehari berlalu, dua hari berlalu, dan beberapa hari berlalu dengan tingkah laku yang seperti itu. Otak mulai mikir lagi,, kapan ya bisa berubah, padahal banyak yang ingin dilakukan selain pacaran, dan jatuh cinta (masa galau). Sampai akhirnya bertemu dengan kakak kelas, namanya Asis (nama samaran). Bang Asis adalah anggota rohis disekolah, dia meminta saya untuk gabung dengan rohis disekolah, tampa pikir panjang langsung di iya kan ajakan bang asis tersebut,, coba-coba mana tau bisa berubah jika ikut rohis (kelompok pelajar islam).
Ternya memang benar, Di rohis semuanya mulai berubah, intensitas beribadah meningkat drastis. Anak rohis senantiasa shalat dhuha, ngaji dimesjid sekolah, ngomongin hal-hal yang bermamfaat, dan terlebih gilanya lagi mereka tidak mengenal yang namanya pacaran. Tapi saya yakin, mereka juga pernah merasakan yang namanya jatuh cintaaaaa, tapi karena agama yang kental dihati mereka, kata-kata “jatuh cinta” seperti pudar bagai tulisan dipantai dan diterpa ombak, hilang sekejap mata. Tapi jika tulisan itu hilang diterpa ombak, tentu dengan mudah untuk menulisnya lagi di pasir pantai.
Sekarang masa galau mulai hilang secara perlahan, digantikan dengan kegiatan agama dan hal-hal yang bermamfaat lainya. Banyak orang menganggap perkumpulan kami seperti tumpukan orang yang tidak mengenal lingkungannya, hanya bisa mengaji dimesjid dan kurang pergaulan. Ah, perkataan seperti itu dicuek kan saja..... anggap angin lalu, pakai saja ilmu basi, basi banak basi pakak (istilah orang minang—mau tau artinya cari dikamus minang-indonesia).
Sudah terbayangkan kehidupan saya ketika sekolah (masa SMA), sekarang mari kita masuk ketingkat lebih lanjut lagiiii, yaitu perguruan tinggi. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, saya melanjutkan keperguruan tinggi, -- politeknik negeri padang menjadi jalan hidup, jalan hidup cuiii, bukan jalan yang dipilih sendiri. Walaupun begitu, tetap menyukuri apa yang telah terjadi dalam hidup ini, harus banyak bersukur.
Kehidupan rohis mulai tak tampak disini, dan mata melihat opsi lain dari dunia kampus,,, “PERS”--- ikut bergabung, berharap sebuah ilmu menulis di unit kegiatan mahasiswa ini. Mau tau apa itu PERS, baca donk di blog pers,, ngak tau blognya ?,, desoo loeee (becanda,, dikit,, kelebayan yah,, sorry). Lingkungan PERS memberi warna baru dalam mendisain kehidupan ambo (sorry mament pakai kata amboooo—tau artinya kan Ambo = Saya). Selain pers, mata juga tertuju pada himpunan mahasiswa akuntansi politeknik negeri padang, ingin bergabung rasanya, tapi masih pikir-pikir.. bimbang namun tetap harus memilih pilihan,dan akhirnya saya juga bergabung dengan HIMA akuntansi dan mendaftarkan diri untuk menjadi anggota inti HIMA. Seleksi untuk jadi anggota inti saya ikuti, akhirnya suksess deh jadi pengurus inti. Ditempatkan di Departemen Kesmajurka (kesejahteraan masyarakat akuntansi).
Intinya, sekarang saya jadi aktivis. tidak begitu sibuk, cukup lah untuk mengisi kesibukan sehari-hari, dan menghilangkan sejenak ukiran dipantai tentang cinta yang pernah ditulis dimasa galau. Sangat indah terasa hari yang bernuansa kesibukan. Memang benar seperti yang dikatakan oleh salah seorang teman ,kalau sibuk itu rasanya sangaaaaaaaat menyenangkan, gemana gituuuu.
(........... siuhhhh ------angin kehidupan bergerak dan merubah semua........)
Hanya sejenak tulisan itu hilang, sekarang sudah mulai ditulis kembali ketika melihat sepasang mata yang begitu mempesona, sulit untuk mengungkapkan apa yang saya lihat. Pokoknya Virus merah jambu telah datang menyerang, telah menginfeksi saluran linfa, saraf, darah... membuat otak ini geger. Ssemua mulai tidak terkendali, bertingkah aneh didepan sang pembawa virus, salah tingkah, adalah salah satu kalimat yang menunjukkan efek dari virus ini.
Beberapa hari setelah itu saya baru menyadari batapa berbahanya virus merah jambu, dan mulai memikirkan solusi dari masalah ini. Bertanya kepada salah seorang teman yang berbakat dalam masalah cinta, yaitu kepada seorang sorang laki-laki yang berpredikat playboy dikelas akuntansi. Anggap saja namanya Heru (nama samaran). Lalu apa jawaban heru menaggapi masalah ini ? – “Virus merah jambu ya, biasa aja, setiap orang pasti merasakannya. Lumrah lah pokoknya.” – kalimat jawaban yang benar-benar tidak memberikan solusi.
Otak kembali bekerja, saraf-saraf dihubungkan untuk bisa bersinergi dengan saraf-saraf yang lain, berharap akan bisa memunculkan solusi terhadap virus merah jambu. Tapi apa boleh buat, otak ini memang kropos dan tidak ada pengalaman dalam masalah ini....
Akhirnya kembali kemasa galau..... proses yang panjang, seperti meniti rel kereta api. Tidak akan pernah selamanya diatas rel, pasti sesekali akan jatuh, dan kalimat tadi sedikit menggambarkan proses kehidupan, ini semua harus dilalui, memetik pelajaran dari yang pernah terjadi.
Semuanya terjadi begitu saja, tak terduga. Bahkan banyak dari peristiwa ini tidak terjalani dengan kelayakan yang wajar. Sudah lah, untuk apa dipikirkan.... ini kuliah coyyy tidak SMA lagi, buat apa galau, berusaha menanamkan kalimat ini kedalam otak dengan spidol permanent, biar tidak ada yang bisa menghapusnya. Tapi ada beberapa pertanyaan dari teman lama yang tidak pernah bisa dihapus dari pikiran (seperti ditulis dengan spidol permanent aja). Pertanyaannya kira-kira seperti ini ... “samo sia kini ?” dalam bahasa minang. Dan maksud dari pertanyaan ini adalah “pacar loe siapa?”. mau jawab ngak punya... dikatain ngak lakuuuu. mau jawab ada dehhh..... malah bohongin teman, ya mau ngak mau ngak dijawab diam aja.. tapi kalao tetap ngotot mintak jawaban,, ya terpaksa jujur deh. Dengan jawaban jujur – belum punya cuyy...
Ini semua hanya kisah pribadi (satria chandra), berusaha menulisnya seperti apa yang saya rasakan. Paragraf selanjutnya akan dipaparkan ulasan yang lebih luas lagi tentang dunia jomblowers. Mari dilanjutkannnnn...
Buka pendangan lebih luas lagi, lihat perempuan yang senantiasa menjaga status jomblonya, atau laki-laki yang menjaga status jomblonya. Tidak pernahkah kita bertanya kenapa tetap ngejomblo. Oh ya sebelumnya pasti teman akan salah sangka terhadap orang-orang ini, terlintas kalimat “ah mereka pada ngak laku kali”... ups buang jauh-jauh kalimat ini. baca kalimat sebelumnya “perempuan dan laki-laki yang menjaga status jomblonya”. Menjaga status jomblo, bukannya tidak laku, tapi mereka memang tidak ingin untuk pacaran.
Sebelumnya saya ingin memberi sebutan kepada orang-orang yang selalu menjaga hatinya tetap jomblo. PPH – (para penjaga hati). PPH akan melepaskan masa singlenya jika waktunya sudah tepat. Kriteria tepatnya adalah... siap jasmani dan rohani dalam artian sudah mampu mejalankan fungsi masing-masing jika telah berkeluarga nanti. Suami membahagiakan istrinya, menafkahi lahir dan batin. Begitu juga istri, menjalankan kuadradnya sebagai istri. Yang menjadi masalahnya sekarang adalah bagaimana PPH menjaga hatinya untuk tidak pacaran.... kembali lagi kekajian basic... AGAMA. (yang pasti islam). Mereka semua adalah penganut agama yang sangat kuat.
Itu sekilas cerita tentang PPH, yang menjadikan jomblo itu style. Sekarang saya ingin bercerta tentang asyiknya jadi jomblo. Banyak hal yang bisa kita lakukan ketika berstatus jomblo. “mencintai diri sendiri” , “lebih peduli dengan lingkungan”, “waktu luang yang banyak ketika yang lainnya pada pergi malam minggu”. Kenapa bisa saya katakan demikian – ya iyalah sekarang loe punya full time untuk berbenah diri, tidak ada kewajiban sms si do`i atau nelpon si do`i, malam minggu bisa dihabis sama teman-teman atau kegiatan bermamfaat lainnya. Senang banget tuh loe bisa care dengan sesama.
Namun dibalik itu semua para jomblo pasti juga pernah jatuh cinta. Kangen dengan perhatian seorang kekasih, Sabar sob, waktunya pasti akan datang. Tunggu aja tanggal mainnya. Loe ngak perlu ngiri pada mereka yang tidak jomblo. Keep your jomblooooooooo – tuhan cinta kepada mereka yang menjaga hatinya..... satu kalimat dari saya yang terinspirasi dari salah seorang teman untuk para jomblowers
“persembahkanlah cinta yang utuh kepada pasangan mu kelak, Cinta yang utuh, tak tersentuh”
Semoga bacaan ini bermamfaat bagi pembaca,, maaf jika ada kesalahan.....
wassalam

0 komentar:
Posting Komentar