21 Jan 2012

Fase Hidup

waktu yang selalu mengalir
Hidup adalah perjalanan waktu. Dari kecil hingga besar dan kini menjadi tua semuanya mengalir dalam ruang waktu. Tidak ada seorang pun yang benar-benar merasakan aliran waktu didunia ini. Setiap orang akan melalui irama waktunya tersendiri. Irama waktu tersebut adalah Fase. 

Ketika dalam kandungan, cabang bayi memdapatkan makanan dari ibunya melalui talipusar. Sari-sari makanan akan ditranfer setiap saat sesuai waktu dan kebutuhan cabang bayi tersebut. Tidak akan pernah terpikir oleh cabang bayi untuk menangis didalam kandungan apa lagi bermain seperti bayi yang beberapa hari lahir. Ini memang sudah menjadi fase untuk cabang bayi.

Setelah  umur kandungan cukup barulah cabang bayi akan keluar dari rahim ibunya. Menjadi seorang bayi yang masih berkulit merah. Sesesaat setelah itu bayi akan menangis. Bayi akan tumbuh menjadi lebih dewasa sesuai waktunya. Bayi menjadi anak-anak -- Anak-anak menjadi remaja -- Remaja menjadi dewasa -- Dewasa menjadi tua -- Tua dan meninggal dunia.



Lihat betapa terstrukturnya hidup jika kita melaluinya tepat pada waktunya. Kita bersikap kanak-kanak tapat pada waktu. Bersikap dewasa ketika dewasa. Ini lah yang saya maksud dengan hidup sesuai fasenya. Fase kanak-kanak, fase dewasa, dan fase tua.

Teman-teman tentu pernah melihat orang-orang yang hidup tidak sesuai pada fasenya. Menjadi dewasa sebelum waktunya. Dewasa dalam artian fisik dan mental. Pernahkah teman-teman melihat anak-anak sekolah dasar sudah dewasa sebelum waktunya. Sudah memiliki payudara, namun sikap mentalnya belum dewasa. Ini merupakan kesalahan dalam menjelajah waktu. Maksudnya, anak tersebut sudah keluar dari fasenya.

Yakin dan percalah, nikmati hidup ini sesuai fase, sesuai takaran yang memang sudah menjadi kuadrat kita. Jika sudah begini tidak akan ada lagi masa kanak-kanak yang kurang bahagia. Masa dewasa akan kita lewati dengan sangat indah, dan begitu juga dengan hari-hari tua kita, menanti dengan penuh senyuman.

Sebelum itu ada kasus yang menyebabkan kita tumpang tindih dalam memahami fase ini. Sebagai contoh, anak-anak yang  bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, apa yang terjadi dengan fase kanak-kanaknya ? akankah mereka menjadi dewasa sebelum fasenya ? pertanyaan ini sangat mudah dipahami dan sangat sulit dijawab.

Menurut saya, jika keadaannya seperti itu sedikit banyaknya tentu akan mempengaruhi kepribadian anak tersebut. "Fisik kanak-kanak dan mental sudah dewasa", kalimat ini mungkin saja terjadi jika situasinya seperti yang saya kemukan diparagraf sebelumnya.

Analisa kejadian diatas tentu akan menjadi topik yang berbeda dan akan dikaji dengan kajian yang berbeda pula. Sekarang tulisan ini hanya sebatas kajian "FASE" yang diperuntukkan untuk orang-orang yang melenceng dengan fase yang telah ditetapkan tampa ada pengaruh lingkungan dan sebagainya, atau untuk orang tua yang ingin mendidik anaknya.

Semoga tulisan ini bermamfaat, mohon maaf jika ada kesalahan, wassalam

0 komentar:

Posting Komentar

Satria chandra